


For Sale
Vespa Excel 150 Tahun 2004
Cat Original Hitam
Harga 10Juta Nego abiiiissssssss
Call 02192220120





Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?![]() Peristiwa Altamont San Fransisco. Trolling Stones dan Hells Angel |
OTOMOTIFNET - Dalam dunia bikers, ada sejarah hitam soal bikers yang jadi event organizer (EO) Peristiwanya luamaa banget, yakni 6 Desember 1969, 4 bulan setelah konser musik akbar kampanye perdamaian, Woodstock. Waktu itu, The Rolling Stones manggung di Altamont San Fransisco Amerika. Mereka menggamit EO kelompok motor Hell’s Angels (HA) sebagai pengamanan.
Maklum, klub aliran keras, mereka malah berkelahi dengan penonton. Hasilnya, Meredith Hunter, remaja 18 tahun tewas tertusuk belati. Mick Jagger sang pentolan The Stones menyalahkan HA atas peritiwa ini. Ralp ‘Sony’ Barger Presiden klub berang dan berseteru dengan Jagger c.s. Peristiwa ini jadi pelajaran akan profesionalitas klub motor menangani event gede.
Beberapa tahun lalu, Bikers Brotherhood juga sering jadi keamanan konser musik gede. Salah satunya mengawal Iwan Fals. “Waktu itu kami mencoba profesional. Syukurlah konser berjalan aman,” kenang Jeffrey Polnaja, yang saat itu jadi panitia. Herry ‘Abenk’ Susanto, pemilik EO berjuluk Capernik.com dan Yudi ‘Aciel’ Kusuma dari EO Scooter Indonesia diajak rembukan.
Abenk yang anggota Outsiders Bandung dan Aciel, skuteris dan ketua Scooter Owners Group Jakarta Timur. Menurut Abenk, ada keuntungan melibatkan kelompok motor dalam bisnis ini. “Tahan tekanan dan kompak adalah modal paling sip melibatkan mereka,” jelas Abenk. EO-nya pernah menangani gathering akbar ribuan pegawai bank dan jadi sub EO untuk Miss Celebrity SCTV beberapa waktu lalu.
![]() Acil. Banyak yang belum percaya |
“Komunitas motor lebih fleksibel bergaul dengan bermacam orang. Juga cepat akrab dan bisa diandalkan. Yang penting koordinasinya rapi,” jelasnya. Aciel di tempat terpisah setuju. Kelompoknya tergolong spesialisasi event motor khususnya scooter.
“Kami juga pernah dilibatkan di konsernya Iwan Fals dan OI-nya dalam Festival Kemerdekaan di Senayan,” kata Aciel. “Yang jelas man power komunitas motor memang sip. Tapi kita nggak boleh sembarangan merekrut orang. Dari event ke event akan tersaring, mana yang bisa diandalkan,” tips Aciel.
Kendalanya apa, Bro? “Untuk event yang non bikers, kita masih dipandang sebelah mata. Saat perang tender dengan EO lain, kita sering kalah walau harga lebih murah. Mungkin klien belum 100 persen percaya kalau eventnya dipegang klub motor,” jelas Aciel. Sedang Abenk lebih fokus pada profesionalitas penyelenggara. “Klien pastinya melihat kerapihan kita berkoordinasi dan pengalaman menangani event gede. Mereka nggak lihat dari klub motornya, tapi hasil kerja,” jelasnya.
Penulis: Isf@n
sumber : http://www.otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=otonews/Content/0/0/1/7/2308
Sungguh kusesali
nyata cintamu kasih
tak seperti terbaca hatiku
malah terabai olehku
Lelah ku sembunyi
tutupi maksud hati
yang justru hidup karenamu
dan bisa mati tanpamu
Andai saja aku masih punya kesempatan kedua
pasti akan kuhapuskan lukamu
menjagamu, memberimu segenap cinta
Kusadari tak selayaknya
kau selalu penuh kecewa
Kau lebih pantas bahagia
bahagia karena cintaku
Andai saja aku masih punya kesempatan kedua
pasti akan kuhapuskan lukamu
menjagamu, memberimu
segenap cinta
Mengenang Nuradi, pencetus slogan | ![]() |
![]() | Perintis periklanan ini bernama Nuradi. Lahir di Jakarta, tanggal 10 Mei 1926. Seperti juga banyak pelaku periklanan modern, Nuradi pun tidak memperoleh pendidikan formal di bidang periklanan. Tahun 1946-1948 ia masuk Fakultas Hukum, Universitas Indonesia (darurat). Kemudian masuk Akademi Dinas Luar Negeri Republik Indonesia (1949-1950). Tahun-tahun berikutnya dia banyak mengenyam pendidikan di Amerika Serikat. Dia menjadi orang Indonesia pertama yang diterima di Foreign Service Institute, US State Department, Washington DC. Selanjutnya belajar penelitian sosial di New School, New York (1952-1954) dan menyelesaikan studi bidang administrasi publik di Harvard University, Cambridge, Massachusetts. Kemudian selama setahun belajar bahasa di Universitas Sorbone dan Universitas Besancon, Perancis.Tahun 1945, dia juga dikenal sebagai orang pertama diangkat sebagai pegawai negeri di Departemen Luar Negeri dan di Departemen Penerangan. Yang terakhir ini, karena ia juga menjadi penyiar siaran Bahasa Inggris di Radio Republik Indonesia. Antara tahun 1946-1950, dia menjadi juru bahasa pribadi untuk Bung Karno, Bung Hatta |









